Masjid Al-Birru Pertiwi Bojonegoro

Masjid Al-Birru Pertiwi Bojonegoro

Masjid Al-Birru Pertiwi

Masjid dengan nama “Al-Birru Pertiwi” ini terletak di Jalan Raya Dander KM 10, Desa Dander, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Masjid ini juga memiliki situs resmi yang dapat kita akses yaitu : albirrupertiwi.com. Di situs tersebut terdapat berbagai informasi yang menjelaskan letak masjid, kegiatan masjid, pengurus masjid, dan semua hal mengenai Masjid Al-Birru Pertiwi ini.

Masjid Pertiwi ini juga sering dikenal dengan sebutan “Masjid Kubah Emas”, karena memang kubahnya dilapisi dengan emas asli. Pemberian nama Masjid Al-Birru Pertiwi ini tidak lepas dari pendirinya yaitu keluarga besar “Pertiwi”. Pendirinya merupakan keturunan dari Santosa Hardjosuwito dengan istrinya Pertiwi yang saling gotong royong mendirikan masjid ini. Beberapa putra-putri yang mendirikan masjid ini adalah :

  • Sugeng Santosa
  • Suprapto Santosa
  • Supramu Santosa
  • Widodo Santosa
  • Winarto Santosa
  • Wijiningsih Santosa

Keenam putra-putri dari Santosa Hardjosuwito inilah yang membangun dan mendanai total Masjid Al-Birru Pertiwi ini. Dijelaskan dalam situs resminya bahwa pembangunan masjid ini didasarkan atas rasa syukur kehadirat Yang Maha Kuasa atas diberikannya kesejahteraan kepada seluruh keluarga besar Santosa. Dan juga, pembangunannya merupakan bukti cinta kasih dan pembaktian diri kepada orang tua mereka.

Masjid Al Birru Pertiwi

Seluruh keluarga besar Santosa lahir dan dibesarkan di Desa Bander, maka dari itu pembangunan Masjid Al-Birru ini juga ditempatkan di lokasi tersebut, agar dapat memberikan manfaat penuh kepada tetangga dan masyarakat sekitar Bander.

Pembangunan Masjid Al-Birru Pertiwi

Bangunan Masjid Pertiwi atau Masjid Kubah Emas ini dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Bojonegoro, Drs. Suyoto, M.Si pada tanggal 24 Maret 2012. Beliau jugalah yang meresmikan penggunaan masjid ini pada tanggal 25 januari 2014.

Selain difungsikan sebagai tempat ibadah sholat lima waktu dan sholat jum’at, keluarga Santosa selaku pendiri masjid ini berharap bahwa bangunan Masjid Al-Birru ini dapat digunakan sebagai pusat kegiatan para masyarakat sekitar.

Selain itu, berbagai penyelenggaraan kegiatan seperti kegiatan pendidikan, diskusi, pelatihan, moral, syiar, pengajian, serta pemberdayaan masyarakat juga diharapkan untuk dilakukan di masjid ini. Sehingga, diharapkan bahwa bangunan Masjid Al-Birru ini dapat memberikan kemashlahatan umat, dan menjadi Rahmatan lil alamin bagi seluruh penduduk Desa Bander dan sekitarnya.

Arsitektur & Sarana Masjid Al-Birru Pertiwi

Bangunan Masjid Al-Birru pertiwi ini didirikan diatas lahan seluas 3 hektar, yang sebelumnya merupakan lahan sawah tadah hujan yang dimiliki oleh Ibu Pertiwi Santosa binti Karso Prawiro.

Jika dilihat secara fisik, bangunan Masjid Al-Birru ini berukuran 25 x 13 meter, dengan tiga lantai. Lantai pertama (basement) digunakan sebagai ruang serba guna, biasanya difungsikan sebagai ruang pertemuan dan musyawarah. Kemudian lantai dua atau lantai satu dari permukaan tanah digunakan sebagai tempat sholat pria, sedangkan lantai tiga digunakan untuk jamaah wanita. Keseluruhan bangunan yang cukup luas tersebut dapat menampung hingga 1.000 jamaah sekaligus.

Interior Masjid Al Birru Pertiwi

Berbagai sarana dan prasarana untuk masjid ini juga turut dibangun agar dapat digunakan secara umum seperti beberapa ruangan kelas dan pertemuan serta pelatihan. Kemudian sebuah ruang perpustakaan dengan ribuan koleksi buku juga dapat dikunjungi masyarakat sekitar setiap harinya. Lalu, pada halaman masjid juga sengaja dibangun taman dengan bunga-bunga dan tumbuhan hijau yang semakin membuat indah kawasan Masjid Pertiwi ini.

Seluruh kegiatan Desain hingga Pembangunan Masjid Al-Birru Pertiwi ini dilakukan oleh PT. Garis Prada, yang dipimping oleh Bapak Uke Setiawan, salah seorang arsitektur yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang Masjid dan Kubah. Beliau juga merupakan salah satu suami dari putri keturunan keluarga besar Santosa.

Masjid Jami Al Ulya Karawang

Masjid Jami Al Ulya Karawang

Masjid Al Ulya

Masjid Jami Al Ulya terletak di Jalan Rangga Gede, Kempung Telukmungkal RT/Rw 06/12, Desa Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ruas Jalan Raya Rangga Gede ini memanjang dari bundaran jembatan layang Karawang hingga ke Citarum.

Selain Masjid Jami’Al-Ulya, ada beberapa masjid yang juga berdiri di ruas jalan tersebut meskipun sudah masuk pada areal pedesaan, yaitu Masjid Al-Hidayah yang mewah dan masih baru dibangun, dan Masjid Jami’Al-Furqon yang terletak berdekatan dengan Kantor Kelurahan Tanjung Pura. Masjid Jami’Al-Ulya berbeda dengan dua masjid lainnya, karena memiliki ukuran yang lebih besar dan halaman yang cukup luas di sekeliling bangunannya.

Masjid Jami Al Ulya

Jika kita mengunjungi Situs Kementerian Agama (Simaskemenag), dapat diketahui detail tentang Masjid Jami’ Al-Ulya ini. Disebutkan bahwa Masjid Jami’ Al-Ulya pertama kali dibangun pada tahun 1967 silam, diatas lahan ber-sertifikat hak milik dengan luas 2.000 meter persegi, sedangkan luas bangunannya adalah 256 meter persegi.

Arsitektur Masjid Jami’ Al-Ulya Tanjung Mekar

Bangunan Masjid Jami’ Al-Ulya didirikan dengan ukuran yang sangat besar dan megah, terletak di sisi selatan Jalan Raya rangga Gede, dengan halaman luas yang berada di sisi timur dan selatan bangunan utamanya. Sedangkan bangunan utamanya dirapatkan ke sisi bagian barat dan utara.

Kekokohan bangunan Masjid Jami’ Al-Ulya ini tidak perlu diragukan lagi, karena hingga tulisan ini dibuat, belum ada satupun Pemugaran, Renovasi, maupun Perubahan dari bangunan aslinya. Hanya ada beberapa fasilitas yang lebih modern yang kemudian diimplementasikan pada masjid demi kenyamanan para jamaah, seperti kipas gantung, karpet sajadah dan lain sebagainya.

Bangunan utamanya dibangun dengan satu lantai dengan atap cor. Sebuah tangga permanen yang terbuat dari bahan beton diletakkan di sisi utara sebagai akses ke atap masjid. Atap Cor tersebut sepertinya juga digunakan untuk sholat untuk beberapa waktu tertentu jika jamaah pada ruang utama sudah tidak dapat dimuat lagi, misalnya pada saat sholat hari raya dan perayaan hari besar islam lainnya.

Areal tempat berwudhu diletakkan disisi selatan, kemudian areal parkirnya juga diletakkan diarah yang sama. Parkir motor di lengkapi dengan atap esbes, dan diberikan papan peringatan agar selalu berhati-hati menyimpan barang di areal parkir.

Bangunannya dibuat dengan cukup megah, yaitu dengan bangunan berbahan beton cor dikeseluruhan strukturnya. Kemudian satu kubah besar yang juga terbuat dari beton dibangun di atas atap dengan satu leher kubah berbentuk persegi. Kubah utama dan keseluruhan bangunan luarnya dibalut dengan warna putih bersih.

Interior Masjid Jami Al Ulya

Kemudian, pada 4 sisi sudut atapnya juga dibangun 4 kubah berukuran sangat kecil dibandingkan kubah utama, dan ditambahkan pula satu kubah berukuran sedang dibagian pintu gerbangnya.

Masuk kedalam masjid, jamaah akan menemukan 4 tiang soko guru yang juga terbuat dari beton cor menjulang tinggi menopang struktur atapnya. Keseluruhan ruangan utama sholat tersebut dibuat dengan sangat simpel dan sederhana, tanpa ramai dengan ornamen-ornamen. Di bagian dindingnya dilapisi dengan batu alam yang memiliki warna alami, tanpa cat apapun. Kemudian pada sisi kiblat kita dapat menemukan 2 kaligrafi lafadz “Allah” dan “Muhammad” yang dipasang di kanan dan kiri mihrab. Kemudian 1 kalender waktu sholat abadijuga turut ditempelkan di bagian sisi kiblat tersebut.

Suntuk bagian mihrabnya dibuat ruangan yang lumayan luas, dengan 1 mimbar kayu berbentuk podium, dan 1 jam kayu klasik yang diletakkan di depan imaman. Keseluruhan lantainya dibalut dengan keramik putih bersih, dan dilapisi lagi dengan karpet sajadah.

Masjid Besar Almukarromah Cikarang

Masjid Besar Almukarromah Cikarang

Masjid Besar Almukarromah

Masjid Besar Almukarromah – Cikarang adalah salah satu kota yang berada di Jawa Barat. Cikarang juga merupakan kota industri yang terkenal di Indonesia setelah Karawang dan Bekasi. Bahkan disebutkan bahwa wilayah ini merupakan kota dengan kawasan industri terluas yang berada di Asia Tenggara. Pada awalnya Cikarang terdiri dari wilayah Kecamatan Cibitung dan Lemah Abang. Lalu kemudian wilayah tersebut menjadi ke beberapa bagian dengan menggunakan nama Cikarang sendiri.seperti kecamatan Cikarang Utara, Selatan, Barat, Timur dan Cikarang Pusat Komplek pemerintahan Kabupaten Bekasi berada disana.

Sebagai kota industri, tak heran penduduk di Cikarang sangat padat. Beragai hunian dan kontrakan banyak sekali berjejeran bagi para pekerja di masing-masing perusahaan. Selain itu, tak hanya warga dari Cikarang saja yang tinggal disana, tak jarang warga dari daerah lainnya sengaja datang ke Cikarang untuk berkerja disana. Bahkan ada pula para pekerja yang berasal dari daerah Jawa Timur. Meskipun banyak industri yang didirikan di Cikarang, disana juga terdapat banyak bangunan musholla dan masjid yang memang difungsikan sebagai tempat beribadah umat muslim serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Selain itu Kabupaten Bekasi juga memang memiliki visi sebagai kabupaten yang islami. Salah satu bangunan masjid yang menjadi perhatian di Cikarang adalah masjid Besar Almukarromah.

Masjid Besar Almukarromah

Lokasi masjid Besar Almukarromah berada di dekat dengan Pasar Baru Cikarang dan juga Mall Sentara Grosir Cikarang (SGC). Jika mengunjungi masjid Besar Almukarromah dari tempat itu, maka hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki saja karena memang lokasinya yang tak jauh. Selain itu, lokasi masjid Besar Almukarromah juga cukup strategis karena dekat dengan terminal baru Cikarang. Namun jika melalui terminal tersebut maka harus memutar balik arah kendaraan melewati pasar lama menuju arah ke Mall SGC dan kembali ke terminal tersebut. Karena bangunan masjid Almukarromah ini berada di sisi kanan jalan.

Arsitektur Bangunan Masjid Almukarromah

Masjid Besar Almukarromah merupakan sebuah bangunan yang begitu menarik karena jika dilihat dari bagian luar saja sudah terkesan sangat besar dan luas sesuai dengan nama masjid tersebut. Selain itu, pada bagian depan masjid pun dilengkapi dengan dua plaza di sebelah timur dan di sebelah seatan juga terdapat plaza. Plaza tersebut telah dilapisi menggunakan keramik untuk mengantisipasi semakin banyaknya para jamaah yang melaksanakan ibadah shalat disana. Terutama pada hari Jum’at dan Hari Raya Idul Fitri serta Hari Raya Idul Adha. Maka di momen tersebut para jamaah masjid semakin banyak dan membludak memenuhi semua ruangan masjid Besar Almukarromah. Sehingga halaman parkir nya juga dibangun menggunakan konblok yang cukup luas agar para jamaah dapat tertampung semua.

Teras Masjid Besar Almukarromah

Fasilitas di masjid Almukarromah ini cukup memadai. Salah satunya adalah tempat berwudhu yang telah disediakan dan terpisah bagi pria dan wanita. Disamping masjid tersebut juga terdapat sebuah Taman Pendidikan Al-Qur’an bagi para anak-anak. Dan direncakana juga akan didirikan Taman Kanak Kanak Islam dan Sekolah Dasar Islam disamping masjid yang satunya karena masih tersedia lahan kosong. Selain lokasi masjid yang cukup srategis dan juga adanya tempat untuk belajar bagi anak-anak, maka tak heran suasana di masjid tersebut tidak pernah sepi.

Masjid Besar Almukarromah memiliki desain paduan dari budaya Nusantara, Timur Tengah dan juga bangunan modern. Ciri khas Nusantara dapat terlihat pada bagian atap masjid yang berbentuk limas dan ada kubah masjid nya di bagian atap tersebut yang biasanya merupakan ciri khas dari Timur Tengah. Gaya modern pada masjid ini terlihat pada ornamen kubah yang begitu indah karena dihias menggunakan berbagai elemen kecil dan menghasilkan bentuk mozaik yang begitu indah dan menarik.

Masjid Nurul Anda Sukabumi

Masjid Nurul Anda Sukabumi

Masjid Nurul Anda

Masjid Nurul Anda – Sukabumi adalah salah satu kabupaten yang berada di Jawa Barat. Luas dari kabupaten Sukabumi merupakan kabupaten yang terluas setelah kabupaten Banyuwangi yang berada di Jawa Timur. Sukabumi berbatasan dengan Kabupaten Bogor yang berada di sebelah utara, disebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Cianjur dan diseblah selatannya terdapat Samudera Hindia serta d sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Lebak.

Lokasi dari Kabupaten Sukabumi yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia membuat wilayah tersebut memiliki berbagai wisata alam pantainya yang begitu mempesona. Contohnya seperti Pantai Pelabuhan Ratu, Pantai Cibangban, Pantai Cimaja, Pantai Ujung Genteng dan lainnya. Tak hanya itu saja, Sukabumi juga terkenal dengan wisata kamping ataupun hiking yang biasanya menjadi pilihan utama bagi para wisatawan jika ingin berkemah dan mendaki. Yaitu gunung Gede.

Sukabumi juga tak lepas dari sejarah pertama kali islam mulai masuk kesana. Tepatnya sekitar abad ke 15 hingga 16 Masehi, islam mulai masuk dan berpengaruh di Sukabumi. Masuknya agama islam ke Sukabumi berawal dari Syarif Hidayatullah yang pada masa itu merupakan seorang pemimpin kerajaan Cirebon dan seorang muslim. Maka perlahan masyarakat Sukabumi pun memilih agama islam sebagai kepercayaannya. Bahkan hingga dahulu dan sekarang pun mayoritas dari penduduk Sukabumi adalah beragama islam. Padahal pada masa penjajahan Hindia Belanda sangat mempengaruhi masyarakat Sukabumi agar tidak memilih agama islam. Mereka pun sangat kerat mengawasi para kyai dan ulama yang memang sangat berpengaruh dalam menyebarkan ajaran islam di Sukabumi.

Masjid Nurul Anda

Tetapi keyakinan serta keimanan yang kuat membuat para ulama, kyai serta masyarakat Sukabumi terus berpegang erat terhadap agama islam. Kemudian para ulama tersebut membangun pondok pesantren yang bertujuan agar ajaran islam terus dapat tersebar di masyarakat dan menyuruh para santri yang tinggal di pondok pesantren yang sudah lulus untuk menyebarkan ajaran islam di setiap daerah. Maka dengan cara itulah ajaran islam di Sukabumi masih terus kuat hingga saat ini.

Keberadaan bangunan tempat beribadah umat muslim pun tak lepas dari masyarakat muslim Sukabumi yang kian hari semakin banyak. Maka tak heran jika berkunjung ke Sukabumi akan menemukan banyak sekali bangunan masjid. Salah satunya adalah masjid Nurul Anda Parung Kuda. Lokasi dari masjid ini berada di tepian ruas jalan Sukabumi tepatnya berada di Kampung Pondokaso Landeuh, Kecamatan Parung Kuda. Karena berada dekat dengan jalan raya, maka suasana di masjid Nurul Anda tidak pernah sepi dari para jamaah yang melaksanakan shalat di masjid tersebut ataupun para pengguna jalan yang sengaja beristirah dan juga beribadah disana.

Arsitektur Bangunan Masjid Nurul Anda

Bangunan masjid Nurul Anda termasuk cukup megah namun tidak begitu mewah. Masjid tersebut memiliki desain seperti bangunan masjid khas Nusantara. Dengan atap yang bersusun dan terdapat sebuah kubah yang ukurannya besar di atap masjid. Kemudian disebelah kanan kiri kubah utama tersebut terdapat juga kubah yang ukurannya lebih kecil. Kubah masjid tersebut dilapisi dengan aluminium. Halaman masjid Nurul Anda pun begitu luas sehingga para jamaah ataupun pengguna jalan dapat memarkirkan kendaraannya disana. Jika diperhatikan lebih seksama, bangunan masjid ini seperti rumah tradisional Betawi. Karena pada bangunan masjid tersebut terdapat berbagai sentuhan ornamen dari kayu yang diukir sehingga terkesan begitu cantik dan indah.

Teras Masjid Nurul Anda

Bangunan masjid Nurul Anda terdiri dari dua lantai. Lantai masjidnya pun sudah dikeramik sehingga membuat para jamaah semakin nyaman untuk beribadah disana. Ternyata pembangunan masjid Nurul Anda dilakukan oleh Yayasan Nurul Anda yang berada di Jakarta dan telah menghabiskan dana sebesar Rp. 1 Miliar.

Masjid Agung At Taqwa Balikpapan

Masjid Agung At Taqwa Balikpapan

Masjid Agung At Taqwa

Jika kita berkunjung ke Kota Balikpapan, tidak lengkap rasanya jika kita tidak mampir ke Masjid Agung At-Taqwa yang memiliki keindahan dan kemegahan tingkat tinggi, serasa berada di masjid-masjid timur tengah.

Arsitektur Masjid Agung At-Taqwa ini didominasi oleh arsitektur seperti Masjid Nabawi dan juga bangunan Timur Tengah pada masa-masa kejayaan Bani Usmaniyah. Ciri khas tersebut dapat kita lihat dari desain 4 menara yang diletakkan di 4 sudut bangunannya, yang hampir sama persis dengan manara yang dimiliki Masjid Nabawi Madinah.

Sedangkan untuk bentuk bangunan khas turki dapat kita lihat dari segi desain kubahnya. Bangunan kubah yang dimiliki Masjid Agung At-Taqwa ini dibangun dari Panel Enamel Steel yang kemudian dibalut dengan warna biru. Diameter yang dimilikinya adalah sekitar 16 meter, cukup besar untuk sebuah kubah masjid yang ada di Indonesia.

Keunikan yang dimiliki oleh kubah ini adalah dari bahan baku pembuatan kubahnya, yang jika terkena sinar lampu maupun sinar matahari akan berkliau dan mengkilat mengeluarkan warna biru. Sementara untuk bagian kubahnya dibuat dengan ornamen warna kuning, kemudian beberapa kubah kecil dengan bentuk dan warna yang sama ditempatnya di bagian ujung menara di 4 sudut masjid.

Masjid Agung At Taqwa

Arsitektur Bangunan Masjid Agung At Taqwa

Bangunan Kubah Masjid Agung At-Taqwa ini didesain dari plat baja dengan ketebalan sekitar 0,8 -1,6 mm. Meskipun kubah ini lumayan cepat berkarat, namun dapat diakali dengan sistem pengecatan anti karat, sehingga daya tahan yang dimiliki terhadap cuaca ekstrim yang ada di Balikpapan dapat lebih tinggi. Bahkan, kubah dengan bahan tersebut dapat bertahan hingga puluhan tahun, tanpa ada kerusakan yang berarti.

Jika dilihat dari bagian depan masjid, lantai dasar di masjid ini tertutup dengan bangunan tangga yang digunakan untuk akses menuju lantai 2. Pada bagian bawah anak tangga yang disiapkan tersebut juga didirikan tempat wudhu dan toilet, sehingga sebelum memasuki areal masjid para jamaah dapat bersuci terlebih dahulu. Masjid ini bisa dibilang sangat megah, bagaimana tidak, anak tangga yang mengantarkan kepada lantai 2 tersebut bahkan sudah dilapisi dengan marmer.

Masuk pada lantai 2, kita akan melihat Mihrab masjid di arah kiblat, dengan desain yang cukup megah juga, dihiasi dengan berbagai ornamen kaligrafi.

Untuk bangunan lantai masjid ini juga menggunakan marmer yang berwarna putih kemerah-merahan. Sedangkan untuk bagian dindingnya didominasi oleh batu marmer berwarna hitam, dan kombinasi dengan marmer berwarna merah. Tentu saja dengan implementasi marmer pada hampir keseluruhan bangunan, membuat masjid ini tampak mengkilap dan sangat bersih.Beberapa hiasan kaca yang tembus pandang dengan motif unik juga turut diimplementasikan pada beberapa sudut dindingnya.

Interior Masjid Agung At Taqwa

Bagian plafon atap memiliki bentuk kotak dengan warna putih dan juga orange. Plafon yang diaplikasikan berbahan gypsum. Kemudian pada bagian bawah kubah (langit-langit kubah) juga turut dilukis dengan kaligrafi lafadz “Allah” yang memiliki kombinasi warna warni. Sebuah lampu gantung unik juga turut dipasang dibagian tengah kubah, dibalut dengan beberapa hiasan berwarna hijau dan kuning.

Desain jendela dan pintu masjid ini memiliki sudut segitiga, dengan bahan baku kayu jati asli dengan gaya ukir khas jawa yang sangat teliti. Pada ruang utama terlihat adanya 4 soko guru (pilar utama) untuk menyangga struktur atapnya.

Keindahan Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan ini akan sampai pada puncaknya jika kita berkunjung pada malam hari. Pancaran lampu yang mengenai bagian luar masjid dipantulkan kembali dengan warna kebiru-biruan, menimbulkan efek unik jika dilihat dari beberapa arah yang berbeda.

Masjid Agung Baitul Hakim Madiun

Masjid Agung Baitul Hakim Madiun

Masjid Agung Baitul Hakim

Masjid Agung Baitul Hakim ini menjadi Masjid Terbesar di Kota Madiun, sesuai dengan fungsinya sebagai sebuah Masjid Agung untuk sebuah kota yang cukup besar. Pemilihan lokasi Masjid Agung Baitul Hakim tentu saja harus strategis, mengingat fungsinya sebagai sebuah masjid agung. Didirikan di barat alun-alun kota madiun, tepat dijantung kota tersebut.

Kita akan langsung mengenali bangunan Masjid Baitul Hakim dengan beberapa ciri khasnya. Memiliki 5 kubah besar di bagian atap ruang utama dan serambinya, yang dibalut dengan warna biru tua dan biru laut, serta dibentuk dengan mozaik indah. Kubah masjid berukuran paling besar diletakkan tepat diatas ruang utama sholat, kemudian 4 kubah berukuran lebih kecil dipasang di beberapa sudutnya.

Sebanyak 4 menara yang menjulang tinggi turut dibangun di keempat sudutnya, tepatnya disamping bangunan kubah kecil. Satu menara yang paling tinggi terletak dibagian utara pintu masuk masjid, dan digunakan sebagai tempat pengeras suara. Tingginya mencapai 25 meter.

Masjid Agung Baitul Hakim

Sejarah Pembangunan Masjid Agung Baitul Hakim

Ada beberapa versi yang menceritakan tentang pembangunan masjid ini petama kali, namun versi yang paling mendekati kebenaran dan dipercaya oleh masyarakat sekitar adalah : bangunan Masjid Agung Baitul Hakim didirikan pada tahun 1830 Mashie, oleh pimpinan Ronggo Jumeno pada saat masa-masa penjajahan Belanda.

Renovasi besar-besaran, atau bahkan dapat disebut dengan pembangunan total dilakukan pada tahun 2002 silam, dengan pemasangan tiang seribu. Bukan jumlahnya yang benar-benar 1.000 tiang, namun ada banyak sekali tiang-tiang penyangga struktur bangunan yang sengaja dibangun untuk memperkokoh bangunan dan memperindahnya.

Meskipun disebut dengan Tiang Seribu, namun bangunan utamanya tetap memiliki 4 soko guru (tiang pilar) utama yang masih asli terbuat dari Kayu Jati Asli. 4 tiang soko guru ini sekaligus menjadi sebuah ciri khas masjid-masjid tua yang ada di Nusantara, terutama pada masa atau sebelum penjajahan Belanda.

Renovasi dari tahun 2002 tersebut membutuhkan waktu hingga 9 tahun untuk menyelesaikan desain sempurnanya. Baru pada tahun 2011 renovasi rampung dilakukan dan menghasilkan sebuah masjid yang sangat megah dengan dominasi warna biru. Kemegahan tersebut sangat terlihat dari warna-warna mencolok yang digunakan untuk membalut bangunan masjid ini.

Pembangunan Masjid Agung Baitul Hakim ini terlihat masih menghormati desain aslinya dengan tetap mempertahankan bentuk asli bangunan asalnya. Namun untuk bagian luarnya hampir keseluruhan sudah memiliki desain yang modern. 4 Soko Guru yang masih dipertahankan merupakan salah satu contoh tersebut. Selain itu, atap berbentuk Joglo (Limas) pada serambi makmum juga tetap dipertahankan sebagai bentuk penghormatan kepada budaya khas jawa.

Interior Masjid Agung Baitul Hakim

Selain 4 Soko Guru yang berukuran besar, ternyata juga ada 16 pilar kecil berbahan baku kayu jati asli yang juga masih dipertahankan hingga kini. Semuanya masih utuh dan masih dalam kondisi terbaiknya, sehingga tidak perlu dikhawatirkan kekuatan yang dimilikinya. Ada yang unik dari keseluruhan tiang dari kayu jati tersebut, sudut pemasangannya tidaklah lurus tegak, namun justru miring sekitar 5 – 8 derajat. Pilar-pilar tersebut memang sedari awal masjid ini dibangun sudah dibuat miring beberapa derajat, terlepas dari tujuan yang sebenarnya.

Selain tetap mempertahankan arsitektur asli khas budaya Indonesia, Masjid Agung Baitul Hakim ini juga mengadopsi budaya arsitektur Eropa dan Timur Tengah. kita bisa melihatnya pada bagian ornamen – ornamen dasarnya, kemudian bentuk lantai, menara dan kubahnya yang menganut arsitektur khas Eropa dan Timur Tengah. Tentu saja dengan perpaduan gaya yang berbeda-beda tersebut menghasilkan sebuah bangunan masjid yang ramai, ada nuansa klasik, namun juga ada nuansa modern, serta nuansa kearab-araban.

Masjid Al Jihad Cikarang Baru

Masjid Al Jihad Cikarang Baru

Masjid Al Jihad

Cikarang tak hanya merupakan sebuah kota yang terkenal akan wilayah industri terluas se Asia Tenggara. Disana juga banyak terdapat berbagai bangunan yang modern dan tradisional karena memang merupakan sebuah kota yang memliki berbagai macam perusahaan dan berbagai bangunan tua lainnya. Salah satu nya adalah bangunan masjid yang merupakan tempat beribadah umat muslim. masjid tersebut bernama masjid Al-Jihad yang berlokasi di Jalan Beruangg X, Jayamukti, Cikarang Pusat, Bekasi Jawa Barat.

Masjid Al-Jihad yang berada di Cikarang Barat adalah salah satu bangunan masjid yang dibangun atas bantuan dari Yayasan Bulan Sabit Internasional dari sumber keuangan Timur Tengah. Lokasi masjid pun berada di dalam sebuah komplek perumahan Cikarang Baru yang berada di sekitar kawasan industri sehingga membuat bangunan masjid Al-Jiad satu-satunya pilihan tempat untuk melaksanakan ibadah. Maka tak heran jika masjid Al-Jihad selalu dipenuhi oleh para jamaah dari komplek perumahan tersebut. Terutama ketika hari jum’at, maka para jamaah laki-laki yang bekerja di industri wlayah itu seketika melaksanakan ibadah shalat jum’at berjamaah disana.

Jika ingin mengunjungi masjid ini maka dapat melewati ke kawasan Industri Jababeka II, kemudian akan melewati Plaza JB, Pasimal dan menuju Ruko Puspa. Lalu berbalik arah disana dan belok ke arah kiri menyusuri jalan yang membujur sepanjang sungai Cilemahabangg. Selanjutnya lurus melewati SPBU Pertamin yang berada di sebelah kiri dan jembatan industri yang berada di sebelah kanan. Kemudian akan menemukan sebuah portal pada ujung jalan. Selanjutnya belok ke sebelah kiri maka kanan menemukan sebuah lahan fasos tempat masjid ini berada. Selain itu, pengunjung juga dapat melewati jalur kali malang.

Masjid Al Jihad

Masjid Al-jihad Cikarang Baru didirikan pada bulan Maret 2005 lalu. Atas bantuan dari dana Bulan Sabit Merah Uni Emirat Arab, kawasan Perumahan Cikarang Baru memiliki sebuah bangunan masjid. Sehingga para warga yang tinggal di perumahan tersebut tidak perlu jauh-jauh untuk melaksanakan ibadah shalat berjamaah terutama ketika bulan suci Ramadhan serta hari raya Idul Fitri dan Idul Adha tiba, maka mereka dapat melaksanakan shalat berjamaah di masjid Al-Jihad. Sumber dana yang diberikan untuk pembangunan masjid Al-Jihad pun telah dijelaskan dalam sebuah batu prasasti yang telah dipasang di tembok selasar sisi selatan bangunan masjid Al-Jihad.

Bangunan masjid Al-Jihad berdiri di sebuah lahan Fasos yang cukup luas dan berada di tepian kali Cilemah Abang. Meskipun demkian, posisi lahanya sejak awal sudah ditinggikan oleh pengembang bahkan permukaan lahan tersebut lebih tinggi dari lahan perumahan disana. Maka masjid di Al-Jihad tak prlu khawatir jka terjadi hujan dan banjir maka masjid tersebut tidak akan terkena oleh bencana tersebut.

Dilihat dari segi bentuk bangunannya, masjid Al-Jihad Cikarang Baru memiliki desain khas Nusantara dan terkesan sederhana. Berupa atap limas tumpang dua dan pada bagian puncak atapnya terdapat kubah kecil yang berbahan alumunium. Kubah kecil tersebut merupakan pengganti sebuah mastaka yang biasanya digunakan pada bagian puncak atap limasan khas masjid tua di Nusantara. Pada bagian ruang utama shalat tidak ditemukan tiang soko guru yang biasanya digunakan untuk menopang atap masjid. Melainkan menggunakan beberapa tiang yang menyatu dengan tembok masjid untuk menopang atap masjid Al-Jihad. Pada bagian sisi masjid pun dipasang beberapa jendela kaca dengan design yang terbuka. Lahan parkir bagi para jamaah pun tersedia di pekarangan masjid yang sudah di pavling blok. Masjid ini tidak pernah sepi oleh para jamaahnya. Hal tersebut dikarenakan para pengurus masjid sangat rutin dalam melakukan beragam kegiatan dan tentunya selalu merawat masjid dengan sangat baik.

Masjid Al-Jihad Cikarang Baru ini terletak di Jalan Beruang X atau biasa juga disebut Jalan Tarum Barat, No. 9. Lokasinya terletak di Perumahan Cikarang Baru, Kecamatan Cikarang Pusat, Kota Jababeka, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Pembangunan Masjid Al-Jihad Cikarang Baru ini didanai penuh oleh Yayasan Bulan Sabit Internasional, yaitu salah satu organisasi pembiayaan yang dananya bersumber dari Timur Tengah. Letaknya yang berasa di kawasan Industri Jababeka membuat masjid ini selalu menjadi pilihan utama untuk melaksanakan sholat lima waktu dan sholat jum’at. Terutama bagi karyawan Industri Jababeka II yang bertempat di sekitar wilayah tersebut.

Akses ke bangunan Masjid Al-Jihad Cikarang Baru ini dapat ditempuh dari Kawasan Industri Jababeka II, kemudian lewat Plaza JB, Pasimal, lalu kita dapat menemukan Ruko Puspa. Dari Ruko Puspa kita harus berbalik arah menyeberang, karena jalurnya dibagi dua. Dari jalan kali Cilemahabang tersebut lurus sampai melewati SBPU, dan jembatan ke kawasan industri. Lalu dari jalan tersebut, anda hanya harus belok kiri sedikit dan bangunan ini sudah dapat anda temukan.

Sejarah Pembangunan Masjid Al Jihad

Pembangunan Masjid Al-Jihad Cikarang Baru ini didanai penuh oleh Yayasan Bulan Sabit Merah Uni Emirat Arab, pada bulan Maret 2005, sesuai dengan penjelasan di batu prasasti pendirian yang dapat kita temukan di tembok selasar bagian selatan.

Bangunannya didirikan diatas lahan Fasum yang lumayan luas. Letaknya memang berada tepat ditepian Kali Cilemahabang, namun posisi lahannya kemudian ditinggikan sehingga lahannya cukup aman dari terjangan banjir yang sering melanda kawasan tersebut.

Sebuah bangunan berupa tenda dari seng dibuat permanen menutupi sekeliling bangunannya. Teras depan masjid dan tempat wudhu dipayungi oleh tenda tersebut.

Memang bangunan Masjid Al-Jihad Cikarang Baru ini dibangun dengan cukup sederhana, dengan adopsi seni bina bangunan khas Nusantara Indoneisa, dengan atap limas (joglo) bertumpang dua. Dibagian puncak atapnya dipasang sebuah kubah kecil yang terbuat dari alumunium yang difungsikan sebagai pengganti Mustaka yang biasa dipakai pada bangunan-bangunan masjid kuno di Indonesia.

Kemudian, ruang sholatnya dimaksimalkan dengan menghapuskan empat soko guru yang berada di tengah masjid. Struktur bangunan atapnya ditopang langusng oleh tiang yang menyatu dengan bangunan tembok masjid, sehingga ruangannya terasa lebih lega.

Pada seluruh sisi masjidnya di pasang beberapa jendela kaca yang dapat dibuka tutup sebagai jalur ventilasi cahaya dan udara. Kemudian, pekarangan / halaman di depan masjid yang difungsikan sebagai areal parkir sudah dilapisi dengan paving blok. Tempat wudhu meskipun berada di satu tempat, namun pemisahan dibagian tengahnya tetap dilakukan.

Halaman Masjid Al Jihad

Pada bagian lantai masjid, dilapisi dengan keramik berwarna kecoklatan. Pada ruangan utama tersebut kita tidak akan menemukan ruangan yang “wah”, namun lebih kepada desain yang sederhana, dengan hiasan lukisan kaligrafi hanya pada bagian atas mihrabnya.

Mihrabnya dibuat dengan 2 pilar menempel kepada tembok, kemudian satu mimbar berbentuk podium juga turut diletakkan didalam mihrab, disamping imaman. Sebagai penyejuk udara, ditempatkan beberapa kipas angin di areal mihrab, dan beberapa sudut ruangannya dan bahkan juga dipasang di areal tempat wudhu.

Plakat masjid yang bisa kita temukan di selasar bagian selatan ditulis dalam tiga bahasa, yaitu bahasa arab, bahasa inggris dan bahasa Indonesia. Dengan jelas disebutkan bahwa bangunan masjid ini didirikan atas bantuan dari Red Crescent For United Arab Emirates (Yayasan Bulan Sabit Merah Uni Emirat Arab).

Masjid Agung Jember

Masjid Agung Jember

Masjid Agung / Jami yang disebut dengan Masjid Al-Baitul Amien ini menjadi salah satu masjid tertua warisan para leluhur sejak masa pemerintahan kolonial Belanda, dan masih berdiri kokoh hingga saat ini. Lokasi Masjid Agung Jember ini berada di Pusat Kota Jember, Provinsi Jawa Timur.

Sebagai sebuah masjid agung untuk Kabupaten Jember, tentu saja bangunan masjidnya haruslah besar dan megah, sehingga jamaah yang dapat ditampung sangat banyak, sekaligus harus menjadi sebuah landmark dan kebanggaan untuk kabupaten tempat berdirinya.

Keunikan Masjid Agung Jember

Keunikan yang dimiliki oleh masjid ini sangat kentara. Bagaimana tidak, Masjid Agung Jember memiliki arsitektural bangunan yang sangat berbeda dengna kebanyakan masjid yang ada di Nusantara Indonesia. Bangunan paling unik dari Masjid Baitul Al-Amien ini terletak di bagian kubah yang dibentuk dengan sangat unik, seperti atap sebuah Dome. Keunikan di kubah tersebut di dominasi oleh artistik yang unik, sehingga mata yang melihatnya pastilah akan terkagum-kagum.

Masjid Agung Jember

Pada setiap pintu masuknya, ada sebuah tiang penyangga di bagian luar kubah yang ditancapkan langsung ke tanah. Tentu saja jika dilihat dari kejauhan, tiang-tiang yang langsung menancap di tanah ini seperti membetuk sebuah jalan menuju ke bagian pintu utama masjid ini.

Berdasarkan informasi yang didapat dari pengurus Masjid Agung Jember, pembangunan tujuh kubah yang unik tersebut memiliki filosofi tersendiri, dan digunakan sebagai simbol suatu hal. Tersirat disana bahwa kubah yang saling berdempetan satu sama lain memiliki filosofi agar umat islam senantiasa memperlihatkan kedekatan, menyambung tali silaturahmi, agar sebuah bangunan / keislaman menjadi lebih kokoh.

Pembangunan Masjid Agung Jember ini memang tidak tanggung-tanggung. Bagaimana tidak, sebanyak 7 kubah dibangun bertumpuk satu sama lain, sehingga dapat difungsikan pula sebagai atap. Artinya, tidak ada atap tersendiri, melainkan kubah tersebut langsung menjadi atap bangunannya.

Bagian kubah induk (kubah terbesar di tengah-tengah) menjadi atap untuk ruang utamanya. Kemudian 4 kubah lainnya yang terletak di sisi utara dan selatan menjadi atap dari ruang serambi (ruang tambahan sholat). Kubah keenam dan ketujuh digunakan sebagai atap tempat berwudhu.

Angka tujuh disini diambil sebagai sebuah simbol penciptaan alam semesta, maupun tingkatan bumi dan langit, sekaligus mengingatkan kepada kekuasaan Allah SWT.

Masuk kedalam ruang utama, atau dibawah kubah utama, maka kita akan langsung melihat plafon yang sangat megah dibagian atas. Plafon tersebut ditopang oleh 17 pilar yang berjejer dengan rapi. Angka 17 disini memiliki filosofi roka’at sholat, dan juga tanggal Nuzullul Qur’an (17 Ramadhan). Dinding-dindingnya secara keseluruhan dihiasi oleh tulisan kaligrafi yang berisi perintah untuk mengerjakan seluruh kewajiban, rukun islam.

Arsitektur Bangunan Masjid Agung Jember

Pembangunan Masjid Agung Jember yang super megah ini tentu saja memerlukan dana yang sangat besar. Menurut informasi, dana yang dihabiskan mencapai angka Rp. 1 Milyar, dan dikhususkan untuk membuat seni arsitektur bangunan masjid yang sangat megah. Biaya terbesar dihabiskan pada relief-relief bangunannya, dan juga pembangunan kubah yang sangat megah tersebut.

Jika dilihat secara keseluruhan, memang bangunan Masjid Agung Jember ini lebih menonjolkan bagian kubahnya saja, yang memayungi seluruh bagian dibawahnya. Apalagi, jika dilihat dari kejauhan, kita seperti tidak melihat adanya dinding maupun pilar penopang yang ada di masjid ini. Sehingga, bangunan Masjid Agung Jember ini dapat memunculkan kesan ciri khas tersendiri, dengan sejuta simbol dan juga filosofi yang dikaitkan dengan berbagai bagian bangunannya. Filosofi yang diambil tentu saja adalah filosofi tentang kewajiban umat islam, serta tentang persatuan dan kesatuan umat muslim.

Masjid Perumahan Permata Cikarang Timur Bekasi

Masjid Perumahan Permata Cikarang Timur Bekasi

Masjid Perumahan Permata

Masjid Perumahan Permata – Cikarang merupakan sebuah ibukota dari Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Kota Cikarang memilikii lima kecamatan yang terdiri dari kecamatan Cikarang Pusat, Cikarang Timur, Cikarang Selatan, Cikarang Barat dan Cikarang Utara. Cikarang juga merupakan salah satu kota terpadat selain kota Jakarta. Hal tersebut dikarenakan di kota tersebut banyak sekali masyarakat yang tak hanya dari wilayah Cikarang saja yang tinggal disana. Mereka banyak yang merupakan seorang karyawan dan bekerja di masing-masing industri Cikarang. Tak heran karena memang Cikarang merupakan kota yang memiliki wilayah industri terluas se Asia Tenggara. Maka di kota tersebut juga penduduknya sangat padat tak hanya penduduk asli Cikarang saja, tetapi mereka yang berasal dari luar Bekasi dan luar Jawa Barat pun sengaja bekerja di Cikarang.

Tak hanya banyaknya industri yang berdiri di Cikarang, disana juga memiliki berbagai macam bangunan. Dimulai dar mall, apartemen hingga bangunan tempat beribadah. Masyarakat disana pun berbagai macam dari agama yang berbeda. Namun mereka memiliki toleransi tinggi terhadap perbedaan keyakinan tersebut. Bangunan tempat beribadah umat muslim pun dapat ditemukan dimana saja. tak hanya di pusat kota, banyak masjid-masjid yang berdiri di sekitar desa bahkan perumahan warga Cikarang. Salah satunya adalah masjid Perumahan Permata Cikarang Timur.

Masjid Perumahan Permata

Masjid Perumahan Permata Cikarang Timur merupakan salah satu bangunan masjid yang baru. Disekitar perumahan itu sengaja dibangun sebuah masjid karena memang tempat beribadah bagi umat muslim cukup jauh. Maka akhirnya didirikan lah sebuah bangunan masjid bagi muslim yang tinggal di perumahan Permata Cikarang Timur. Tak hanya mereka saja yang tinggal di perumahan tersebut yang dapat melaksanakan ibadah di masjid tersebut, namun warga lain yang tinggal di Perumahan Permata Cikarang Timur pun dapat melaksanakan ibadah di masjid tersebut.

Mereka yang tinggal di perumahan Permata Cikarang Timur termasuk para muslim yang begit beruntung. Karena masih dangat jarang di sekitar perumahan ada sebuah bangunan masjid. Bahkan untuk mengurus perizinan membangun masjid pun tidak mudah dan mereka harus melaksanakan ibadah di masjid yang jaraknya cukup jauh.

Keberadaan masjid di Perumahan Permata Cikarang Timur tentunya membuat para muslim setempat sangat beryukur dan bangga. Selain bangunannya yang terkesan megah, masjid tersebut juga sangat membantu para muslim di perumahan tersebut untuk lebih dekat kepada Sang Pencipta dan saling bersilaturahmi dengan sesama muslim lainnya. Jika ingin mengunjungi masjid tersebut, maka dapat melalui akses dari ruas jalan Citarik yang membentang dari Citarik hingga ke Jembatan Delta Mas yang berada di Tegal Danas, Kali Malang Cikarang dan sebaiknya. Namun jika dari arah terminal maka dapat menggunakan angkot nomor K52 dan berhenti di depan Perumahan Permata Cikarang Timur.

Arsitektur Bangunan Masjid Perumahan Permata

Bangunan masjid Perumahan Permata Cikarang Timur ini dibuat dengan lumayan unik, dengan balutan warna coklat muda dan coklat tua yang sangat serasi. Kemudian struktur atapnya ditopang langsung oleh beberapa pilar-pilar berbentuk kotak, sehingga terlihat sangat kokoh dibagian luar.

Arsitektur Masjid Perumahan Permata

Masjid Perumahan Cikarang Timur ini memiliki gaya modern dan mempunyai keunikan tersendiri, perpaduannya sangat cocok, antara penggunaan ornamen lawas, dan ornamen modern di bagian masjidnya. Atap masjid joglo (limasan) bertingkat dua, dengan ujung piramid menjadi ciri khas bangunan tradisional khas Indonesia, kemudian struktur bangunan betonnya membuat masjid ini terlihat sangat kokoh dari luar. Lantai pada masjid ini sudah dilapisi dengan keramik berwarna putih, sedangkan untuk beberapa shaff terdepan dilapisi dengan karpet sajadah.

Masjid Syaichona Moch Cholil Bangkalan Madura

Masjid Syaichona Moch Cholil Bangkalan Madura

Masjid Syaichona Moch Cholil

Masjid Syaichona Moch Cholil yang terletak di Kota Bangkalan, Madura ini hingga kini masih sangat dikeramatkan, dihormati, serta dilestarikan oleh masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan sebagai wujud rasa terima kash dan syukur kehadirat Allah SWT atas diutusnya seorang Syekh yang menyebarkan agama Islam di bagian ujung selatan pulau Madura ini. Syaichona Mochammad Cholil, begitu orang memanggilnya. Beliau merupakan seorang ulama besar yang sangat karismatik, dan juga sekaligus menjadi salah satu waliyullah di Jawa Timur.

Bangunan Masjid Syaichona Moch Cholil yang terletak di daerah Mertajasah, Bangkalan ini menjadi salah satu bangunan masjid terindah yang dimiliki oleh Pulau Madura secara khusus, dan Nusantara Indonesia secara umum.

Jika kita masuk kedalam bangunan utama masjid ini, kita akan langsung melihat berbagai hiasan dengan ornamen-ornamen kaligrafi yang dipajang di setiap sudut bangunan ruang utama sholat.

Masjid Syaichona Moch Cholil

Masjid Syaichona Moch Cholil ini memiliki 1 kubah besar berwarna keemassan, dihiasi dengan mozaik prisma dengan warna hijau tua. Kemudian, 1 menara berbentuk bulat yang menjulang tinggi juga turut dibangun di bagian samping masjid, menyatu dengan bangunan utamanya. Menara masjid ini dibalut dengan warna ungu, kemudian pada bagian puncaknya ditempatkan 4 pengeras suara.

Halaman dan lahan parkir untuk Masjid ini juga dibuat dengan luas agar kendaraan yang dapat ditampung lebih banyak. Lahan parkir tersebut bahkan dapat menampung puluhan bis besar, dan ratusan sepeda motor. Tidak heran jika masjid ini memiliki lahan parkir yang luas, karena Masjid Syaichona Moch Cholil merupakan salah satu destinasi wisata religi waliyullah yang wajib dikunjungi.

Suasana religius dibalut dengan kemewahan sangat terasa didalam bangunan masjid ini. Hal ini disebabkan berbagai lukisan kaligrafi yang sangat indah terpapar di hampir keseluruhan sudut bangunannya. Lukisan kaligrafi ini tidak hanya dapat kita temukan di bagian dinding saja, namun pada bagian atapnya juga dihiasi dengan kaligrafi yang sangat indah. Kaligrafi dibagian atap dibuat melingkar di sisi-sisi atap. Lukisan-lukisan kaligrafi tersebut hampir keseluruhannya di balut dengan cat warna kuning keemasan, kemudian untuk memperindah lukisan tersebut diberikan sinar lampu yang lumayan banyak di setiap meternya.

Keindahan Kubah Masjid Syaichona Moch Cholil

Kubah yang didirikan diatas atap masjidnya merupakan kubah jenis panel enamel, yaitu sebuah kubah yang terbuat dari plat baja karbon yang ringan. Kubah jenis panel enamel ini memiliki ketebalan rata-rata 0,7 – 1,2 mm, atau dapat disesuaikan dengan luas medianya.

Kubah enamel memiliki kelebihan antara lain kemudahan pemasangan, dan juga daya tahan yang diberikan sangat cocok didaerah tropis. Karena itu, banyak sekali masjid-masjid di Nusantara yang memilih kubah panel enamel daripada kubah beton. Bukan itu saja, kubah panel enamel dapat dihias sesuai dengan keinginan, sehingga ornamen kubah tidak melulu harus dengan warna dan corak yang sama.

Interior Masjid Syaichona Moch Cholil

Yang unik dari bangunan Masjid Syaichona Moch Cholil Bangkalan ini adalah bagian tempat wudhu nya yang dibuat melingkar. Umumnya, pada masjid-masjid lain tempat wudhu dibentuk dengan desain deretan kran-kran yang memanjang ke samping. Berbeda dengan Masjid ini karena bentuk melingkar justru menjadi pilihan desain tempat wudhunya, serta ditambahkan pula tempat untuk menaruh pecil di bagian atas. Tempat wudhu yang dibangun dengan melingkar ini memiliki puluhan kran, sehingga jamaah tidak perlu antri, apalagi tampungan air yang disediakan sudah sangat mencukupi.

Pengunjung yang datang ke Masjid Syaichona Moch Cholil ini hampir tidak pernah sepi setiap harinya. Selain jamaah yang memiliki niat untuk beribadah, mayoritas dari mereka juga menyempatkan diri untuk berziarah kepada salah satu makam waliyullah, Syaichona Moch Cholil.

Content Protector Developer FantasticPlugins.com